Berenang: Bisa Karena Yakin

image


Bagi saya, wangsit itu datang dengan tiba-tiba. Seperti hari ini, tiba-tiba saya pengen banget berenang. Berhubung saya adalah 50% pendiam, komunikasi interpersonal pun terjadi. Terjadi pro-kontra di batin saya tentang berangkat berenang atau tidak. Peristiwa itu terjadi sekitar 3 menit dan akhirnya saya putuskan untuk mengepaki handuk, baju ganti, peralatan mandi, dan ini itu untuk memberanikan diri berangkat ke kolam renang yang jaraknya mungkin seratus langkah kaki saya.
Saya adalah orang pertama yang ada di sana. Beruntung saya berangkat jam 7, karena memang bukanya jam 7, terakhir ke tempat ini kalau gak salah saat SD. Padahal tadinya hampir berangkat jam 6 karena sudah terbiasa berenang jam 6 saat di Bogor. Peralatan wajib yang saya kenakan saat berenang adalah pakaian renang (muslimah pastinya), kacamata renang, dan jam tangan anti air yang terpasang di tangan kiri.
Waaah, ternyata tempat renang ini sudah banyak perubahan. Yang saya suka terutama atap di atas kolam renang karena saya gak suka kena silau matahari (biar gak gosong juga hahaha), terlebih saat gaya punggung, karena saya cuma bisanya itu, tepatnya sampai tadi pagi.
Salah satu kendala yang saya alami sejak lama saat berenang adalah pengaturan nafas. Itulah yang membuat saya berbeda dengan perenang lain, karena saya bisa gaya punggung terlebih dahulu daripada gaya yang lain. Berulang-ulang kali saya coba dengan gaya dada/katak, tapi terus gagal. Entah sudah berapa liter air yang masuk ke hidung atau mulut. Hingga akhirnya datanglah seorang ibu-ibu yang juga ingin berenang.
Ternyata ibu-ibu itu adalah tetangga saya. Beliau sedang menjalani treatment untuk saraf tulang punggungnya yang terjepit, sesuai anjuran dokter. Kata ibu saya, tetangga saya tersebut mengalami rasa sakit di punggung sejak beberapa bulan lalu. Alhamdulillah, kata tetangga saya, sekarang sudah jauh lebih baik. Memang, renang adalah olahraga dengan tingkat resiko paling ringan dan banyak manfaat yang ditawarkan oleh olahraga satu ini. Mungkin bisa nyari artikel sendiri ya, hehehe 😀
Back to the topic. Saya selalu iri sama orang-orang yang bisa gaya dada/katak. Kayaknya mudah banget gitu, tapi kenapa saya gak bisa. Saya belum menemukan ritme yang tepat untuk pengambilan nafas, dan sepertinya gerakan kakinya juga masih salah, belum konsisten :p Di samping itu, banyak orang-orang yang juga iri kepada saya, karena bisa gaya punggung (ala-ala, ngambang bebas) yang terlihat santai seperti tidur di atas kasur, huehehe :p
Setiap kali saya melihat ibu itu berenang, saya coba ikuti berulang kali dan akhirnya gagal (keberhasilan yang tertunda). Ya sudahlah gaya punggung aja, sambil seluncur-seluncur aja. Yaa, cuma itu yang saya lakukan sampai ibu, tetangga tadi pamit pulang duluan. Yah, sendirian deh. Tapi saya belum puas kalau belum 2 jam hehehe 😀
Sambil berlatih seluncur-seluncuran, saya teringat seorang teman yang dulu juga berenang dengan saya saat di Bogor, namanya Mbak S. Mbak S jago baget gaya bebas. Oh ya, kenapa gak dicoba aja.
Awalnya, saya coba gerak-gerakkan tangan ala-ala perenang profesional. Lalu, saya coba ambil nafas juga. Wah, bisa! Akhirnya saya menemukan ritme yang pas untuk pernapasan, dan itu dengan gaya bebas. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa tengkurep di air hehehe 😀
Entah, saya bisa berenang dengan dua gaya (punggung dan bebas) ketika saya sendirian, otodidak. Saya menyadari, saya bisa karena saya yakin. Seperti gaya punggung, gaya pertama yang saya yakini bisa semalam sebelum nyemplung ke kolam. Saya mengimajinasikan langkah-langkah agar saya bisa telentang di atas air, seperti memegangi dinding kolam lalu merebahkan badan dan akhirnya bisa ngambang deh. Memang, kekuatan utama itu keyakinan dalam hati 😉
Bismillaah…

Iklan

8 tanggapan untuk “Berenang: Bisa Karena Yakin”

    1. Yeee *toss* tp skrg udh bisa gaya bebas… coba deh liat video dr youtube, yg dr speedo… ntar bs ngebayang pas nyemplungnya hehehe…
      Kalo gaya bebas cukup mudah cari ritmenya, menurutku…

  1. Wah selamat mba akhirnya sudah bisa, alhamdulillah. Nanti kalau lelah gaya katak tinggal ngapung pake punggung. Gaya selanjutnya bisa nyoba ngapung tapi posisinya seperti katak tegak *bahasanya bingung saya hehe. Intinya ngapung ditempat dengan gerakan pelan aja, selamat ya mba 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s