Inilah Kisah Kami, Anak-Anak Sarjana ASI Eksklusif

Aku anak sehat
Tubuhku kuat
Karena ibuku
Rajin dan cermat

Semasa aku bayi
Selalu diberi ASI
Makanan bergizi
Dan imunisasi

Berat badanku ditimbang selalu
Posyandu menunggu setiap waktu

Bila aku diare
Ibu selalu waspada
Pertolongan oralit
Selalu siap sedia

Masih teringat sangat jelas sekali saat kecil saya sering menyanyikan lagu di atas. Saya biasanya menyanyikan lagu itu sambil bergelantungan di jendela kaca yang tinggi samping rumah, yang saya ingat waktu itu adalah sore atau pagi hari. Waktu itu mungkin saya berusia sekitar 3 atau 4 tahun dan saya sangat kesulitan untuk berkata ‘imunisasi’. Setiap kali saya salah untuk berkata ‘imunisasi’, ibu selalu membenarkannya sambil tertawa. Entah, kenapa begitu sulit berkata ‘imunisasi’ kala itu. Dan ingatan ini adalah salah satu dari beberapa memori saat kecil yang terekam begitu jelas, tapi sebagian yang lain juga banyak yang hilang. Hingga saya pun menyadari, sekarang saya sudah tidak lagi anak berusia 3 atau 4 tahun.

Melihat anak-anak tumbuh dengan baik adalah harapan setiap orang tua. Menyaksikan setiap tumbuh kembangnya adalah momen yang sangat dinanti dan tak kan pernah terlupa, terlebih ibu, karena sebagian besar ayah melewatkan momen itu demi untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Beruntung di keluarga kami, ibu adalah seorang ibu rumah tangga yang full day and everytime ada di rumah bersama kami, para trio bocil yang polahnya minta ampun, kata ibu. Kami adalah tiga bersaudara dengan urutan anak pertama laki-laki, anak kedua dan ketiga perempuan. Selisih usia anak pertama-kedua adalah 2 tahun dan anak kedua-ketiga 5 tahun. Kami bertiga adalah anak-anak ibu yang sukses sarjana program ASI. Sangat terekam dengan jelas memori ibu saat memberikan kami ASI, dan inilah kisah kami menjalani Program ASI menurut penuturan ibu.

Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Hallo, ASI! Inilah awal mula kami bayi imut baru lahir bertemu dengan makanan terbaik kami, ASI. IMD ini dilakukan saat 30-60 menit setelah kami lahir. Ini adalah beberapa tujuan dilakukannya IMD:

  1. Kontak kulit membuat ibu dan bayi tenang.
  2. Saat IMD, bayi menelan bakteri baik dari kulit ibu yang akan membentuk koloni di kulit dan usus bayi sebagai perlindungan diri.
  3. Kontak kulit akan meningkatkan kasih sayang antara ibu dan bayi.
  4. Mengurangi perdarahan setelah melahirkan.
  5. Mengurangi terjadinya anemia.

ASI Eksklusif

Ibu kami adalah ibu yang sangat aktif dan peduli dengan anak-anaknya. Beliau rajin membawa kami ke Posyandu untuk ditimbang dan diperiksa ini itu. Saya teringat waktu kecil saking rajinnya ke Posyandu,  di usia lebih dari 5 tahun saya pergi ke Posyandu sendiri karena memang posnya dekat, di depan rumah nenek. Sampai-sampai saya diingatkan oleh kader Posyandu, yang merupakan tetangga, bahwa saya sudah besar dan tidak perlu ke Posyandu lagi. Di Posyandu, ibu mendapatkan edukasi terkait asupan yang terbaik untuk anak-anaknya, yaitu ASI. ASI eksklusif adalah program pemberian ASI untuk bayi tanpa memberikan makanan yang lain. Menurut penuturan ibu, waktu itu anjuran ASI eksklusif adalah 4 bulan, tidak seperti yang sekarang ini yaitu 6 bulan, yaitu sesuai dengan perubahan rekomendasi pemberian ASI eksklusif oleh pemerintah pada tahun 2003. Kami bertiga pun mendapatkan ASI eksklusif 4 bulan penuh, tanpa diberikan makanan yang lain.

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)

Seiring bertambahnya usia kami yang masih bayi saat itu, bertambah pula kebutuhan energi untuk tumbuh dan berkembang. Saat itu, volume lambung kami sedikit lebih besar dan cukup kuat untuk diberikan makanan lainnya selain ASI, seperti bubur saring, sayuran, buah-buahan, daging ayam, daging sapi, telur, ikan, dan banyak yang lainnya. Karena kami masih bayi imut tak bergigi dan baru pertama kali mencicipi makanan, makanan yang diberikan masih sangat rendah bumbu, sangat lembut, dan sedikit encer agar mudah ditelan. Saat kami susah makan, ibu selalu punya cara agar makanan tetap masuk ke perut. Itulah yang membuat kami tak pernah berstatus gizi kurang atau bahkan buruk. Meskipun kami mulai makan selain ASI, tapi kami belum rela melepas ASI hingga usia tepat dua tahun.

Akhirnya, Kami Disapih

Ibu kami adalah ibu yang sangat patuh peraturan, begitu pun bapak yang selalu mendukung ibu untuk menjalani Program ASI. Bapak adalah sosok yang selalu mengingatkan ibu untuk rajin ke Posyandu, mengonsumsi makanan yang sehat, memberikan kami cukup ASI, dan banyak hal lain untuk tumbuh kembang kami. Ketika kami berusia dua tahun, ibu dengan teganya tidak memberikan kami ASI lagi. Ada banyak cara yang dilakukan ibu agar kami terlepas dari ASI. Kala itu ‘dukun bayi’ masih sangat populer di tempat kami tinggal, dan ibu dan bapak pergi ke dukun bayi dalam rangka proses penyapihan. Dari kami bertiga, sayalah yang paling mudah disapih sampai ibu tidak tega melihat saya menangis malam itu, kata ibu.

Fakta ASI

Alhamdulillah, tak terasa kini saya hidup hingga usia 24 tahun lebih. Di usia hampir seperempat abad ini saya tidak pernah mengalami suatu penyakit yang berarti. Hingga akhirnya saya menyadari suatu hal ketika saya yang merupakan mahasiswa dengan mayor Ilmu Gizi menerima mata kuliah mengenai ASI. Inilah 10 fakta-fakta tentang ASI yang perlu kita ketahui.

  1. ASI meningkatkan perkembangan pancaindra dan kognitif, dan menjaga bayi dari infeksi, penyakit kronis, dan alergi.
  2. ASI eksklusif mengurangi tingkat kematian bayi dan membantu mempercepat penyembuhan penyakit.
  3. ASI berkontribusi dalam mengurangi resiko kanker rahim dan kanker payudara bagi ibu.
  4. Anak-anak yang mendapatkan ASI saat bayi sangat sedikit mengalami overweight/obese.
  5. Anak-anak yang mendapatkan ASI saat bayi memiliki tingkat intelegensi yang lebih tinggi.
  6. Memberikan ASI dapat membantu memberikan jarak pada kehamilan.
  7. Kolostrum, ASI kental berwarna kekuningan yang diproduksi di akhir kehamilan, direkomendasikan oleh WHO sebagai makanan terbaik bayi yang baru lahir, dan diberikan sesaat setelah lahir.
  8. Kolostrum mengandung zat kekebalan 10-17 kali dari susu matang.
  9. Provinsi dengan cakupan IMD dan pemberian ASI eksklusif tertinggi di Indonesia adalah NTB (data tahun 2013).
  10. Rata-rata pemberian ASI eksklusif nasional hanya 54,3% (data tahun 2013)

Kami Saat Ini

Saat ini kami hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu kami dan ibu-ibu seluruh Indonesia yang dengan pengorbanannya bersedia memberikan ASI yang merupakan makanan terbaik untuk kami saat bayi hingga usia 2 tahun. Karenanya, kami dapat beraktivitas dengan sangat baik dan jarang sakit, hingga mengantarkan kami untuk menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan di antara kami, tepatnya kakak tertua saya berhasil menuntut ilmu hingga ke negeri kincir angin. Saat ini, kami pun tak segan menggapai cita-cita 😉

Terima kasih untuk ibu di seluruh Indonesia 🙂

Dokpri-Memori awal sekolah TK Tunas Rimba
Dokpri-Memori awal sekolah TK Tunas Rimba tahun 1996

Kisah ini ditulis untuk memperingati Pekan ASI Dunia pada 1-7 Agustus 😉

Pekan ASI Dunia 1-7 Agustus 2016
Pekan ASI Dunia 1-7 Agustus 2016

 

References: DepkesWHO

Iklan

7 tanggapan untuk “Inilah Kisah Kami, Anak-Anak Sarjana ASI Eksklusif”

  1. Iya bener banget ini. Terima kasih Ibu. Terima kasih untuk seluruh ibu yang sudah memberikan kita ASI ketika masih kecil, memastikan imunisasi, rajin ke posyandu. Terima kasih Mba Rizky sudah mengingatkan bagian penting ini, Proud of You Ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s