I Feel Your Love, My Inspirator!

Namanya Rudy. Ia adalah orang yang paling menginspirasi di negeriku. Sosok yang pernah mengharumkan bangsaku di negeri orang. Karyanya telah mendunia, bahkan namanya dijadikan satuan dalam sebuah disiplin ilmu yang tak pernah kupelajari, terlintas pun tidak. Melalui usaha kerasnya, negeriku dikenal sebagai salah satu tanah yang menghasilkan pesawat terbang.

sumber gambar: tempo.co
sumber gambar: tempo.co

Siapa yang tak mengenal beliau, sosok yang dianggap paling membanggakan di tanah air ini? Beliau adalah anak bangsa yang lahir dan dibesarkan di Indonesia, tumpah darah dan cintanya untuk Indonesia. Saya sangat bersyukur terlahir di sebuah negeri di mana beliau dilahirkan. Sesosok role model ideal bersahaja yang mendunia telah menginspirasi ratusan ribu masyarakat di negerinya.

Nama lengkap beserta gelar beliau adalah Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau lebih dikenal dengan panggilan BJ Habibie, karena mungkin memang gelar keilmuan beliau begitu panjang dan rumit untuk disebutkan, serumit ilmu yang beliau pelajari. Untuk menghormati prestasi keilmuan beliau, saya lebih nyaman dengan memanggil Prof. Habibie.

Saya mulai mengenal beliau ketika beliau menjadi Presiden Republik Indonesia ke-3, meskipun beliau tak mengenal saya. Kala itu saya masih berusia 7 tahun, awal memasuki sekolah dasar. Saya tak begitu tahu banyak tentang beliau kala itu, yang saya tahu beliau adalah presiden yang sangat pintar. Orang-orang di sekitar saya berkata, “Pak Habibie bisa bikin pesawat terbang.” Seiring berjalannya waktu, prestasi Prof. Habibie mulai terkuak di benak saya. Hingga puncaknya adalah adanya sebuah karya film yang diambil dari  kisah-kisah perjalanan beliau kala muda. Dengan pasti, saya langsung menonton film itu di bioskop.

dokpri by Rizky Noviarini
dokpri by Rizky Noviarini

Prof. Habibie yang lahir pada 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan ini memiliki skor IQ di atas rata-rata, bahkan ada yang mengatakan memiliki skor IQ 200. Sosok pria yang dikenal sebagai suami yang sangat mencintai dan setia kepada istrinya ini memiliki hobi membaca sejak kecil. Bahkan sejak kecil beliau sudah terlihat kepandaiannya, salah satunya dengan memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Semangat belajar beliau yang sangat tinggi didukung oleh orang tua beliau. Terlebih setelah sang ayah meninggal, ibu Prof. Habibie berjuang sendiri dengan membuka jas katering dan kost di Bandung. Melalui perjuangan ibu Prof. Habibie, akhirnya beliau mampu menyelesaikan S1 dan S2 dengan biaya pribadi. Kemudian beliau melanjutnya S3 setelah menikah dengan seorang gadis, teman lamanya yang bernama Ainun. Prof. Habibie dan Bu Ainun kemudian menetap di Jerman.

sumber gambar: www.jpnn.com
sumber gambar: http://www.jpnn.com

“Habibie Factor“, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method“ adalah rangkaian rumusan teori dalam dunia pesawat terbang yang merupakan wujud cinta beliau dalam dunia keilmiahan. Terlihat dalam kisah beliau yang bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu ke negeri seberang, Jerman, hingga beliau disanjung di seluruh penjuru dunia atas karya yang begitu mengagumkan. Namun, usaha tersebut tak semena-mena dengan mudah beliau dapatkan. Kita bisa putar ulang kisah hidup beliau saat beliau tinggal bersama istri beliau di sebuah rumah yang mungil, berjalan cukup jauh untuk pulang dan pergi menuju tempat beraktivitas dengan cuaca yang dingin, bahkan beliau sempat tidak mampu untuk membeli sepatu baru. Untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan kesehariannya, sang istri, Bu Ainun yang merupakan seorang dokter, juga turut menjadi dokter di Jerman. Hingga suatu masa di mana putra beliau sakit, mulai saat itu Bu Ainun fokus dalam merawat putranya. Memang, tak ada yang mudah di dunia ini, bukan?

Kisah Prof. Habibie memang tak cukup jika hanya dituliskan dalam sebuah halaman. Singkatnya, ada suatu masa di mana Prof. Habibie harus kembali ke tanah air. Tahun 1968 adalah tahun bersejarah bagi Prof. Habibie. Seorang utusan Presiden Soeharto bertolak ke Jerman untuk menemui beliau dan membujuk untuk kembali ke tanah air. Saat itu beliau sudah memiliki jabatan yang tinggi di Jerman, yang pastinya uang bukanlah hal yang beliau elu-elukan. Beliau sudah sangat mapan dengan kondisi pada saat itu. Namun, bujukan utusan Presiden Soeharto, Ibnu Sutowo, langsung diterima oleh Prof. Habibie demi memberikan sumbangsih ilmu dan teknologi pada bangsa.

Prof. Habibie adalah Presiden Republik Indonesia yang ke-3 yang menjabat pada 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Pada awal masa pemerintahannya sebagai orang nomor satu di tanah air, kondisi Indonesia mengalami krisis keuangan dan krisis sosial pasca pemerintahan yang sebelumnya, hingga terjadi banyaknya kerusuhan pada saat itu. Meskipun terdapat kontroversi dengan lepasnya sebagian wilayah Indonesia, namun masa pemerintahan yang singkat itu telah mampu mengatasi dan mencegah terjadinya krisis yang berkepanjangan.

Kini, sosok mengagumkan tersebut telah berusia 80 tahun. Sebagai seorang inspirator bangsa, beliau sering menjadi bintang tamu di berbagai agenda untuk sekedar sharing pengalaman sarat arti. Untuk lebih dekat dan hanyut dalam kisah perjalanan beliau, kita bisa hadir dalam Pameran foto Habibie dan gebyar aneka lomba yang dilaksanakan berbagai komunitas yang tergabung dalam Friends of Mandiri Museum. Pameran ini dibuka untuk umum mulai 24 Juli 2016 hingga 21 Agustus 2016 di Museum Bank Mandiri, Kota Tua – Jakarta Barat.

Terima kasih Prof. Habibie yang telah menginspirasi ratusan ribu penduduk Indonesia, termasuk saya. Saya sangat berharap bisa mengikuti jejak Prof. Habibie yang tak kenal lelah dalam menuntut ilmu dan terus memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Semoga Indonesia terus mencetak generasi Habibie selanjutnya.

Iklan

20 tanggapan untuk “I Feel Your Love, My Inspirator!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s