Setiap Orang Berharga

Teman Kiks, pernahkah mengalami suatu kejadian di mana diri kita tidak dianggap? Misalnya sebagai pegawai baru di sebuah perusahaan tempat Teman Kiks bekerja. Atau di tempat pelayanan publik yang diperlakukan acuh tak acuh atau bahkan diremehkan oleh petugas. Atau di tempat asing yang di sana adalah tempat berkumpulnya manusia planet -planet bumi hehe-, eh manusia individualis maksudnya. Atau Teman Kiks pernah menjadi anggota sebuah tim yang di sana setiap anggotanya bekerja masing-masing, ada atau tidak adanya tim terasa sama saja. Jadi merasa hidup ini jadi orang yang gak berharga sama sekali. Pernahkah? Jika pernah, bagaimana rasanya? Hehehe… ūüėÄ

Teman Kiks, disadari atau tidak, setiap manusia pasti ingin diakui keberadaannya. Tak peduli apakah dia akan mengakuinya atau tidak. Mungkin sebagian dari kita sampai bilang, “Aku beneran gakpapa, kok!“, tapi sesungguhnya dalam hatinya teriris-iris, terutama wanita,¬†ya gak?

maslow
sumber gambar: https://adlinamasyita.wordpress.com/

Teman Kiks, ternyata rasa ingin dianggap di sebuah komunitas itu bukanlah suatu mengada-ada atau imajinasi saja, ternyata itu adalah sebuah kebutuhan lho. Coba kita cek hierarki kebutuhan manusia menurut Maslow. Menurut Maslow, setiap manusia memiliki rasa ingin dihargai, baik itu dari diri sendiri, maupun dari orang lain. Terlebih jika seseorang tersebut telah memenuhi kebutuhan lainnya, seperti kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs), kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs), dan kebutuhan rasa cinta dan memiliki (the love and belongingness needs). Sebelum memasuki kebutuhan selanjutnya, yaitu kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs), seseorang pasti memenuhi kebutuhan akan penghargaan (the self-esteem needs) terlebih dahulu.

Contoh gampangnya seperti cerita ini. Si A sangat hobi menulis. Setiap waktu senggangnya, disela-sela ia belajar IPA dan Matematika, A menyempatkan dirinya untuk menulis. Entah itu menulis diary, atau pun menulis apa saja yang ada di imajinasinya. Kemudian Si A mencoba mendokumentasikan imajinasinya dengan membuat sebuah blog. Dari sana ia menuangkan segala yang ada di kepalanya. Kemudian berbagai komentar bermunculan. Dan komentar-komentar itu WOW! banyak pembaca memuji karyanya dan menunggu-nunggu karyanya selanjutnya. Kemudian A menjadi lebih bersemangat mendapat dukungan dari teman-teman blognya, yang sebagian besar mereka belum pernah dijumpai di dunia nyata. Hingga akhirnya, A berhasil membuat buku perdananya, kemudian selanjutnya dan selanjutnya. Atau bahkan berhasil difilmkan, seperti karya Raditya Dika.

Eh, jangan salah, bisa jadi si A ini kisah Anda, Teman Kiks. Terlihat kan sejauh mana dampak penghargaan diri terhadap seseorang. Dengan seseorang mendapat penghargaan dari orang lain, ini akan mempermudahnya untuk menghargai dirinya sendiri. Sebuah pepatah mengatakan, “Hargailah orang lain, dengan begitu kamu menghargai dirimu sendiri.” Dan sadarlah, bahwa setiap dari kita adalah berharga. Tanpa kita di dunia ini tidak ada apa-apanya, kita tidak tercipta untuk sia-sia kan ūüėČ

Nah, menurut saya, bentuk penghargaan terhadap orang lain yang paling ringan adalah bentuk pengakuan keberadaan seseorang. Tak dianggap itu rasanya sakiiiiiiit (curhat hahaha). Apa rasanya kalau Teman Kiks kuliah selama 4 tahun, ditambah berorganisasi, ditambah ini itu bla-bla-bla, eh ternyata¬†endingnya¬†Teman Kiks gak menerima ijazah dan sertifikat. Beuh, dijamin Teman Kiks bakal nuntut ke mana-mana hehehe… Yah, meskipun orang-orang bilang ijazah S1, S2, S3 bukan segalanya, atau IPK dengan predikat¬†cumlaude¬†gak menjamin hidup kaya, tapi bagi seseorang bisa jadi itu adalah¬†golden ticket¬†untuk memasuki ruang cita-citanya. Nah, mungkin inilah rasanya kalau kita jadi seseorang yang gak dianggap. So, menghargai dan dihargai itu saaaangat perlu untuk keberlangsungan hidup manusia di bumi, ini salah satu kebutuhan manusia juga kan ūüėČ

Salah satu bentuk kebutuhan penghargaan¬†(the self-esteem needs)¬†menurut Maslow adalah dengan menghargai diri sendiri. Menurut saya, salah satu bentuk menghargai diri sendiri adalah dengan memenuhi kebutuhan hobi. Dengan menjalankan hobi, seseorang bisa lebih relaks, bahagia, dan terlepas dari penatnya aktivitas harian. Terlebih¬†ibu rumah tangga yang setiap hari mengurus rumah, anak dan suami tanpa henti dan gak ada jam kerjanya, mikir ini itu. Wajar kalau ibu-ibu memerlukan ‘me time’¬†untuk sekedar me-refresh-kan badan dan pikirannya.¬†Dan gak sedikit hobi seorang wanita di dunia ini (mungkin salah satunya saya) adalah BELANJA!

Untuk hadiah sebuah lomba, berbelanja dengan voucher belanja sangat mudah dan nyaman. Kita bisa memilih barang apa saja yang kita inginkan. Nah, bagi pihak yang ingin mengadakan lomba, mau dong hadiahnya voucher belanja Sodexo hehehe. Kenapa saya merekomendasikan Voucher Belanja Sodexo? Karena Voucher Belanja Sodexo memiliki 269 merchant dan 14.170 outlet yang tersebar di tanah air, mulai dari produk makanan, supermarket, departemen store dan fashion, hotel dan travel, dan masih banyak lagi. Semuanya bisa dilihat di Merchant Sodexo.

Buat Teman Kiks yang ingin memberikan hadiah untuk pegawainya atau untuk orang-orang yang sangat berharga di kehidupan ini (halah), bisa nih dikasih hadiah ini sebagai bentuk penghargaan kita atas jasa mereka… ada banyak macam vouchernya…

sodexo

Haayooo… tunggu apalagi, ayo nulis dan menangkan hadiahnya ūüôā

banner_blog_kontes_sodexo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s