Realistis, atau Pesimis?

Sejauh ini, semakin saya berpikir realistis, justru mendekat pada pesimis
Apakah keduanya diciptakan berdampingan?
Haruskah menjadi teoritis untuk mendapatkan optimis?

Iklan

5 tanggapan untuk “Realistis, atau Pesimis?”

  1. entahlah,..
    enakan sebuah kehidupan berjalan apa adanya..
    tanpa harus memikirkan teoritis menjadikan lebih optimis maupun realitis lebih condong ke pesimis..
    Sebab kehidupan itu nyata untuk direalisasikan..
    mau diam atau jalan, waktu tetap akan berjalan dengan semestinya.. *sok tau padahal bingung dengan yang ditulis hihih xP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s