Matikan Lampu!

Kamu pecinta langit?
Toss toss toss!

Langit sebelah mana yg kamu sukai?

Dari sisi mana pun, langit menyajikan pemandangan yang indah, Subhanallah. Saat di balkon RQ, langit pukul 5.30 pagi adalah yang paling indah. Banyak warna tak terduga muncul: peach, orange, biru dongker, hijau (warna yg jarang muncul di pagi hari) dan warna tak terdefinisi lainnya. Gak jarang juga sangat indah di siang atau sore harinya, pelangi, awan bergulung-gulung, cahaya yang unik, dan masih banyak lagi. Saat di balkon kosan kakak, langit siang hari menawan, meskipun ngeliatnya ketutup atap. Saat di lantai dasar RQ, di tengah bulan Sya’ban lalu, bulan terlihat berbeda, sangat indah. Gak pernah sebelumnya melihat bulan seindah itu. Perpaduan antara cahaya bulan dan awan yang menyelimutinya, susah untuk mendefinisikannya. Dan saat ini, malam ini, langit di Madiun bersinar!

Malam ini, saat shalat tarawih dilaksanakan, tiba-tiba lampu mati. Sedikit gaduh awalnya. Tapi, alhamdulillah gak berlangsung lama, lalu diteruskan dengan khusyu nya shalat tarawih dan shalat witir berjamaah, hingga tibalah saatnya untuk bersalam-salaman dan pulang.

Saking gelapnya, ibu-ibu kelimpungan mencari sandalnya ~di tempatku gak biasa shalat ke mushola bawa hp, jadi gak ada senter~. Cukup memakan waktu hingga akhirnya sandal itu bertemu dengan pemiliknya. Keluarlah saya sama ibu, menuju rumah. Di luar sangat gelap, kami berjalan sangat hati-hati. Seperti biasa, refleks melihat langit.

image

Subhanallah…
Bintang menunjukkan cahayanya, meski tanpa bulan ~bulan ikutan sembunyi saat Ramadhan hampir berakhir~. Benar-benar terang di antara rumah-rumah yang gelap. Akhirnya saya berjalan sambil liatin langit, yang pasti pegangan ibu, kalo gak bisa nabrak hehehee…

Tapi, saya pernah melihat langit malam lebih indah dari ini. Kapan?

Malam itu, kami disuruh sit up atas ‘hukuman’ yang kami lakukan. Entah salah atau bener, tetep aja dihukum hahahaa… Saat bersiap melakukan sit up, saat itulah saya pertama kali takjub melihat langit yang terasa begitu dekat, dan bintang yang banyaaaaak… gak pernah sebelumnya. Ya, saat itu ketika masih SMA, sesaat sebelum pelantikan Bramastya (OSPA) Gen 23, sebelum pendakian ke puncak Gunung Lawu.

Dan ada lagi selain itu, hihihi…

Di tahun setelahnya… saat kami sudah menjadi pengurus Bramastya, setahun pasca pelantikan. Saat itu bahkan saya melihat galaksi, Bimasakti, katanya. Di tempat yang sama, kaki Gunung Lawu. Saat itu, kami berjalan di malam sebelum keberangkatan. Hm, langit terlihat berbeda, ada semacam kabut putih di antara bintang-bintang. Bentuknya memanjang.

“Itu galaksi, Riz, Bimasakti.”
“Benarkah?”

Unforgetable moment.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s