Bothok Jagung

image

Yang paling dirindukan saat pulang kampung adalah makan bersama keluarga. Apalagi di bulan Ramadhan, hm~ buka bersama di rumah adalah kenangan tak terlupa bagi para perantau.

Dan pastinya menu berbuka yang paling dinanti adalah makanan favorit kita, masakan ibu. Kali ini saya memasak salah satu makanan favoritku dan kakakku. Sayangnya, kakakku baru pulang kampung tanggal 2 Juli nanti. Tapi saya sudah gak sabar untuk menikmati makanan ini saat berbuka nanti.

Sebut saja Bothok Jagung. Sudah pernah mendengarnya? Saya kurang tau, dari mana makanan ini berasal. Yang jelas, sejak kecil ibu memasakkannya buat kami 🙂

Di Jawa (khususnya Suku Jawa), bothok adalah makanan yang dibungkus dengan daun pisang, kemudian dikukus ~ini menurut definisi sendiri sih~, seperti bothok tahu-tempe-lemtoro, bothok pari ayam, dan banyak yang lain. Kalau di Sunda, orang-orang menyebutnya pepes.

Berikut bahan dan cara memasak bothok jagung favorit keluargaku 🙂

Bahan:
Jagung 3 buah
Kelapa 1/4 buah
Bawang putih 5 siung
Bawang bombay 1 buah kecil (optional)
Ketumbar 1/2 sdt
Cabai rawit sesuai selera
Gula secukupnya
Garam secukupnya
Daun pisang

Cara memasak:
1. Biji jagung diuleg setengah halus, cabai dipotong menjadi 2 (optional, bisa juga utuh), kelapa diparut, bawang bombay dipotong kecil-kecil (sesuai selera), sisihkan.
2. Haluskan bumbu: bawang putih, ketumbar, gula, dan garam.
3. Masukkan kelapa parut ke dalam bumbu dan uleg sebentar.
4. Masukkan bumbu dan kelapa parut ke dalam jagung yang telah dihaluskan.
5. Tambahkan bawang bombay dan cabai.
6. Bungkus dengan daun pisang.
7. Kukus selama 45-60 menit.

Dan taraaa~ Bothok Jagung siap dihidangkan 🙂

Bothok Jagung, lebih enak disajikan saat sudah dingin/tidak panas atau hangat. Proses gelatinisasi pada pati jagung, membuat Bothok Jagung menjadi padat seperti pudding, sedikit kenyal. Sensasi pedasnya membuat nafsu makan bertambah hehe. Gak sabar menikmati saat berbuka nanti 🙂

image

Iklan

7 tanggapan untuk “Bothok Jagung”

  1. aku nggak terlalu suka makan olahan jagung. Doyannya ya jagung tanpa perlu dikreasikan apapun, semisal jagung bakar, jagung rebus, jagung dimasak sayur asem tapi masih dalam keadaan utuh bonggolnya (paling dipotong dua lah). Kalo udah jadi puding, disuwir-suwir trus dicampur ke makanan apalah, uuugh eneg 😦 apalagi puding. aku kok ya benci banget puding jagung huhu

      1. eh, bakwan sukak sukak. lupa aku tulis ya haha. bakwan jagung, jagung bakar, jagung rebus, sayur asem dengan jagung berbonggol satu atau dibelah dua. udah gitu. titik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s