Missing Home

Waktu yg ditunggu itu telah tiba
Waktu di mana mata berbinar-binar
Hati berbunga-bunga
Senyum indah merekah
Rindu itu, akan segera berakhir
Aku kan pulang

Kurang lebih seperti itulah rasanya. Besok akhirnya pulaaaang ~applause dg wajah sumringah~. Pulang ke rumah rasanya seperti mendapat harta karun. Bahkan saya sendiri lupa kapan terakhir pulang. Sepertinya setahun lalu… ya, saat libur lebaran. Bagi sebagian orang ‘yaelah cuma setahun‘. Tapi, bagi saya ini sebuah prestasi hehe. Biasanya, dulu saat kuliah, pulang ke rumah setiap 6 bulan sekali. Karena hidup kita memang gak bisa dibandingkan dg orang lain, bukan? Tapi bandingkan dg kondisi kita dahulu. Jadi bisa dibilang ada peningkatan prestasi ~haha ngaco~.

Menurutmu apa sih itu rumah?
Rumah, tak sekedar bangunan. Tak sekedar tempat berteduh dari terik dan hujan. Tak hanya tempat berlindung dari gangguan hewan liar atau musuh-musuh lain. Rumah bagiku lebih dari itu.
Rumah, tempat dimana kita saling menghormati para anggotanya, tempat mengekspresikan kasih sayang, tempat bercerita, tempat pengaduan pertama (setelah Allah tentunya), tempat paling aman dan nyaman di dunia, tempat pendidikan pertama, and everything.
Rumah, satu-satunya tempat kembali saat pergi, tempat paling dirindukan.
Semuanya bermula dari rumah. Rumah yg baik, yg masih sesuai dg ‘fungsi rumah’ itu sendiri akan memberikan dampak tersendiri bagi para anggotanya. Gak peduli rumah itu terbuat dari bambu, dari kayu, beralaskan tanah, sampai rumah seperti gedung bertingkat, jika fungsinya terjaga, ia tetap akan menjadi tujuan akhir anggotanya.

Kasih sayang
Rumah adalah tempat mencurahkan kasih sayang, dari orang tua ke anak-anaknya, atau pun sebaliknya. Seorang anak perempuan yg mendapatkan perhatian penuh dan kasih sayang orang tuanya, terutama ayahnya, dia tidak akan mencari kasih sayang dari laki-laki lain. (Kalau yg laki-laki kurang tau sih, mungkin sama lah ya).

Kata mereka, rumah itu…
image

Setuju banget sama pernyataan dr. Gamal Albinsaid di atas. “Great leader start at home.” Ternyata peran rumah sangat penting, bahkan untuk menjadi seorang pemimpin. Kemandirian seseorang bisa dilihat saat di rumah. Originalitas seseorang adalah saat dia di rumah. Mengatur rumah layaknya mengatur sebuah organisasi, bahkan negara atau kerajaan. Dan tentunya, rumah itu memiliki ratu yg mengurus segalanya, yaitu seorang istri atau ibu. Bahkan, jika ada seorang laki-laki yg hebat, pasti ada wanita hebat di belakangnya, yaitu ibu dan/atau istrinya. Terima kasih ibu, telah menjadi ratu bagi kami ^^

Tak sabar menanti hari esok
Missing home so much…

18 Ramadhan 1437 H
Malam terakhir di Bogor

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s