Semobil sama ikhwan [.][?][!]

Hm… pasti asemobilda yang bingung tentang banyaknya tanda baca di judul. Padahal judul mah harusnya gak ada tanda baca kan ya, dan huruf awal perkatanya kapital… yasudah lah ya, tak perlu bahas EYD nya 🙂 Yang jelas, dari judul di atas bisa mewakili ekspresi: sekedar memberikan informasi, suatu hal yang membuat bertanya-tanya, atau bahkan mengejutkan.

Hm, bagi saya yang masih single (bukan jomblo, karena jomblo terkesan ngenes hohoho), kondangan adalah kegiatan yang fenomenal. Semua undangan pengen didatengin, dan realisasinya akan dateng pada saat ada uang transport tralala trilili nya~ Seringnya dateng pada momen nikahan teman yang lokasinya cukup jauh, akhirnya memaksa kami -para single– untuk menyewa mobil. Dan untuk menekan biaya perjalanan, biasanya kami meminta bantuan sama temen, ikhwan, untuk jadi driver.

“Apa sih itu ikhwan?”
“Itu temennya si bakwan.”
🙂 😀

Singkat kata, kami (sangat) butuh ikhwan dalam hal ini. Kalo yg lain? Hoho. Pasalnya, perjalanan jauh seperti itu kami tak tega mengorbankan akhwat untuk nyetir mobil. Biarlah para lelaki itu sedikit berjuang lebih, wkwkwk. Lagi pula, masih jarang akhwat yang bisa nyetir mobil. So, jamaah memutuskan ikhwan lah yang pantas menduduki posisi tersebut.

Dari berbagai fenomena perjalanan jauh tersebut, saya bisa menilai karakter seseorang –driver– dari caranya nyetir. Ada yang grasak-grusuk, ada yang tenang, ada kenceng tapi hati-hati, dan masih banyak lagi. Dari sana saya bisa melihat sisi emosionalnya, hihihi *suka mengamati karakter orang* Karena memang, kita bisa mengamati karakter seseorang salah satunya melalui perjalanan yang jauh. Nah loh.

Nah, karena karakter seseorang bisa ketauan kalo bersama dalam perjalanan jauh, dan Islam mengajarkan batasan-batasan interaksi antara perempuan dan laki-laki non mahram, ini ada beberapa tips berdasarkan pengalaman pribadi saya, what’s that?

1. Carikan teman untuk sang driver
Nah loh, kita aja masih single tapi nyari temen untuk orang lain >.<
Peran teman driver, sebut saja co driver sangat penting. Mereka bisa diandalkan buat perhatiin kebutuhan driver, mulai dari makanan, buat pijitin, temen ngobrol, dan lainnya. Jadi, yang di belakang bisa tidur dengan bebas dan terhindar dari interaksi yang gak penting, kan? 😉

2. Cari tempat duduk paling aman
Bagi saya, tempat duduk paling aman adalah yang paling belakang. Pasti banyak yang gak mau duduk di bangku paling belakang, dengan berbagai alasan. Nah, kesempatan besar nih bisa duduk paling belakang. Alhamdulillah bagi saya dan mereke-mereka yang tahan dengan guncangan saat duduk di bangku belakang, hihihi.

3. Batasi pembicaraan yang tidak penting
Ckckck, inilah yang agak susah terlaksana. Karena memang perjalanan membutuhkan sesuatu yg renyah. But, sometimes kerenyahannya itu yang kebablasan. Untuk yang satu ini beneran susah.

4. Tidak membicarakan “rumah”
Rumah adalah privacy, tempat paling aman bagi penghuninya. Tidak semua informasi bisa dibicarakan dimanapun, kan?

5. Tidak membicarakan kelebihan atau kekurangan orang lain
Ghibah. Sebagian besar tau dan paham dampak darinya. Bisa jadi seorang ikhwan suka sama orang karena kita telah menceritakan kelebihan/kebaikannya di hadapan ikhwan tersebut. Hmm…

Apa lagi ya? Mungkin cukup sekian, kalo ada yang muncul di otak, akan ditulis lagi 🙂 see you…

Iklan

3 tanggapan untuk “Semobil sama ikhwan [.][?][!]”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s