Hidup Untuk Masa Depan

It’s too long no writing anymore.

Sudah terlalu lama sendiri… *eh, sudah terlalu lama tidak menulis, hehehe :D*

Dulu suka menulis kalau memang ada lomba yang pengen diikuti atau memang ada tugas *hihihi*. Pastinya, menulis kalo memang ada kesempatan dan mood untuk melakukannya. Karena menulis itu gak semudah yang dibayangkan, meskipun daya imajinasi (read: suka ngayal) yang cukup tinggi. Need good input to get good output. Seperti sebuah ungkapan, ‘teko akan mengeluarkan apa yang telah dimasukkan ke dalamnya’. Kalau teko itu diisi kopi, maka keluarlah kopi darinya yang memberikan kesegaran bagi penikmatnya. Kalau teko itu diisi bir, maka keluarlah bir darinya yang akan membawa penikmatnya pada keburukan.

Setiap manusia pasti mengalami siklus kehidupan ini: bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua *kecuali kalau dipanggil duluan, pasti gak ngalamin semuanya, hehehe*. Dan setiap siklus kehidupan itu pasti mengalami posisi ‘roda berputar’, kadang di atas kadang di bawah. Kedua kondisi tersebut dapat mengantarkan seseorang untuk dapat menjadi dewasa, matang, dan lebih bijak dalam menyikapi kehidupan *berasa sok dewasa, sok matang, sok bijak, hahaha :D*.

Setelah bertahun-tahun tidak membuka blog ini *sekitar hampir 2 tahun sih*, baru menyadari bahwa sudah lama tidak melakukan kebiasaan ‘bercerita melalui tangan’. Padahal sebenarnya dengan menulis kadang membuat saya memiliki kepuasan tersendiri, bisa menuangkan imajinasi yang menari-nari di kepala dan kegundahan di dalam hati *bukan galau tapi, semacam unek-unek adanya kondisi ideal, baik untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan, maupun negara*. Berhubung sekarang sudah lulus *alhamdulillah Ya Allah* dan gak ada kerjaan *jadi sedih :(*. So, jadinya ingin memulai lagi kebiasaan lama untuk menuangkan apa saja yang terlintas di kepala dan mencoba kembali mengasah kemampuan dalam menulis *yaaa, barangkali nanti bisa jadi penulis terkenal, hihihi B-)*.

Lucu ketika membaca ulang tulisan-tulisan terdahulu *merasa alay :D*. Tapi, alay alay gitu bisa jadi juara juga *pede dulu :)*. Intinya, don’t be afraid to start everything, to do everything, sejauh masih ada di dalam aturan agama, dan sesuai dengan norma dan nilai setempat. Pejabat aja gak takut melanggar nilai dengan berkata kotor kok, masa mulai nulis aja takut *gak gitu juga sih, yang kayak gitu gak baik buat ditiru ya adek-adek hihihi :D*.

Meskipun tulisan terdahulu itu agak alay, tapi saya tidak berusaha untuk menghapus tulisan-tulisan di blog ini. Karena itu menunjukkan bahwa saya telah mengalami siklus kehidupan seperti yang dijelaskan di atas. Adanya pengakuan akan ‘ke-alay-an’ berarti menunjukkan bahwa sekarang berada di level yang lebih tinggi di atasnya *level mana ya?* dan menyadari bahwa sekarang sudah bukan saatnya ber-alay-alay-an lagi.

Read more, Listen more, Do more kini telah menggantikan Cahaya Sang Mentari dan ‘Hidup untuk masa depan’ telah menggantikan ‘Jika kau menungguku menyerah, maka kau akan menungguku selamanya’. Tidak berarti sudah tidak menyukai kata-kata itu lagi *mereka akan selalu ada dalam ingatan*, tapi Read more, Listen more, Do more lebih menunjukkan apa yang harus dilakukan *melihat kondisi tanah air saat ini*. Andai bisa memutar waktu *pake alatnya Doraemon* dan mengulang segalanya, diri ini tidak akan mau untuk melakukannya. Kenapa?

Kenapa juga melakukannya? Karena pada dasarnya hidup itu untuk saat ini dan masa depan. Masa lalu adalah kenangan, meskipun ada yang merasakan pahit, tapi itu adalah media pembelajaran. Jika dalam bidang pendidikan memiliki kewajiban belajar 9 tahun, tapi dalam kehidupan, masa belajar sesungguhnya adalah seumur hidup.

Jadi teringat kata-kata dari seorang penulis *sebut saja om Tere Liye*, beliau mengatakan sebuah pesan kira-kira begini: janganlah menulis apa yang diinginkan bagi pembaca, tapi menulislah apa yang seharusnya dibaca oleh pembaca. Kata-kata indah memang terlihat membahagiakan, but that’s not a matter of FACT. Open our eyes, mind and heart to see the world.

 

“Read more, Listen more, Do more: Hidup untuk masa depan”, sebuah usaha dan harapan untuk Indonesia dan dunia (++ akhirat) yang lebih baik.

*:)*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s