Memaknai Hidup (Miracle in Cell No.7)

Tentang makhluk, hidup, kehidupan, alam semesta..

Pernah terpikir ketika masih kecil dulu, tidak terlalu kecil juga, sekitar kelas 4 SD. Pernah terpikir dalam sebuah renungan. Ku gerakkan kaki ku. Ku gerakkan tangan ku. Ku putar-putar kepala. Ku rasakan gerakan sendi-sendinya. Ku tarik napas dan kubuangnya lagi. Ku cubit-cubit pipiku, tanganku, dan aku merasa kesakitan sendiri. Aku mulai berpikir sejenak. Ternyata aku benar-benar hidup. Ya HIDUP. Tapi saat itu aku belum paham apakah arti hidup yang sesungguhnya. Kadang terbersit dalam pikiran ini, untuk apa sebenarnya aku hidup.

Begitu pun sekarang, mungkin belum sepenuhnya paham mengenai arti hidup yang sesungguhnya. Namun, kali ini saya ingin sedikit menceritakan tentang makna hidup dalam sebuah film Korea berdurasi kurang lebih 2 jam yang berjudul “Miracle in Cell No.7”.

 

 

Miracle in Cell No.7

 

Gambar di atas adalah sebagian cuplikan dalam film tersebut. Sudah terbayang apa yang terjadi di sana? Pastinya yang belum nonton film ini gak paham lah ya :p

Dalam film tersebut mengisahkan sebuah keluarga yang sangat menyayangi satu dengan lainnya. Keluarga tersebut hanya terdiri dari 2 anggota keluarga yaitu seorang ayah dan anak perempuan. Suatu ketika mereka berada sebuah toko tas dan memandangi sebuah tas yang berwarna kuning dan bergambar Sailor Moon. Mereka pun menari-nari layaknya Sailor Moon hingga ketika harapan mereka tentang tas itu sedikit pudar ketika tas terakhir tersebut diambil oleh seorang pelayan toko untuk diberikan kepada pembeli. Pembeli tas tersebut adalah keluarga dari komisaris polisi.

Suatu ketika, sang ayah ingin membeli tas Sailor Moon berwarna kuning yang sangat disukai anaknya. Tanpa sengaja dia bertemu anak komisaris polisi tersebut dan mengatakan tau tempat lain yang menjual tas yang sama. Akhirnya diikutilah anak tersebut. Saat itu adalah musim dingin dengan suhu sekitar 18C sehingga banyak genangan air menjadi es yang licin. Hingga akhirnya anak tersebut terpeleset dan meninggal.

Polisi pun melancarkan tuduhan bahwa terjadi peculikan, pemerkosaan, dan pembunuhan dalam kasus ini. Namun di sisi lain, sang ayah tersebut bukan lah orang yang normal (red. cacat) sehingga sulit untuk melakukan pembelaan diri. Ditambah lagi intimidasi yang dilayangkan oleh kepala komisaris (ayah anak yang terpeleset dan meninggal). Dari sinilah kejanggalan-kejanggalan mulai muncul hingga sang ayah dipenjara untuk beberapa waktu yang lama dan divonis hukuman mati tanpa ada bukti kesalahan yang telah dilakukannya.

Kisah mengharukan pun mulai terjadi. Banyak hal yang terjadi dalam sel tahanan no. 7 tersebut. Mulai dari pemukulan, saat peristiwa penusukan, kebakaran, hingga menyelundupkan anaknya (Ye Seung) ke dalam sel tahanan atas bantuan teman dalam sel tahanan tersebut. Begitu banyak kisah-kisah tak terlupakan yang mereka alami. Sampai-sampai kepala polisi tahanan yang awalnya sangat kontra dengan sang ayah, hatinya menjadi luluh dan berusaha untuk menyelidiki kasus tersebut lebih lanjut. Namun, pada akhirnya sang ayah tetap mendapatkan vonis hukuman mati karena mendapatkan intimidasi dari pihak kepolisian.

Dari film ini saya bisa melihat banyak sekali makna yang mungkin sering kita remehkan. Arti sebuah keluarga, teman dan sahabat, pengorbanan, kerelaan, melindungi, menyayangi, kepolosan dan makna-makna lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu karena saking banyaknya 🙂

Di usia yang menua, saatnya bisa memaknai hidup seperti yang kita inginkan. Ketika kita hanya mampu memaknai hidup dengan hal-hal buruk maka otak kita akan menstimulasi terjadinya hal-hal buruk sehingga output yang didapatkan pun akan buruk. Begitu pula sebaliknya, ketika kita mampu memaknai hidup ini dengan indah, maka akan ada stimulasi positif dengan adanya harapan pada setiap langkah perjalanan panjang kehidupan 😀

#Saatnya memaknai hidup 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s